WELCOME

SELAMAT BERKUNJUNG DI GURU BAHASA INDONESIA SMKN 10 MALANG SEMOGA DAPAT BERMANFAAT"

Selasa, 03 November 2015

Bahasa Indonesia Kelas XII. 1. TEKS 1. Kegiatan 1 Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Cerita Sejarah



KELAS XII TEKS 1 KEGIATAN 1
Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Cerita Sejarah
TEKS 1
Menggali Kearifan dalam Peristiwa Sejarah Dunia

            Pelajaran ini merupakan proses pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis teks cerita sejarah. Pembelajaran teks ini membantu peserta didik  memeroleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis  dan kreatif serta mampu bertindak efektif menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata seperti yang tercermin dalam teks. Melalui pembahasan  peristiwa sejarah dunia, peserta didik diharapkan dapat  menjadikan hal ini sebagai motivasi dalam meraih cita-cita dan memperkuat  kepribadiannya.
Pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sikap positif dalam diri peserta didik terhadap bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan cerminan sikap dan jati diri bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, pelajaran I dikemas dengan menyajikan tema atau topik
“Menggali Kearifan dalam Peristiwa Sejarah Dunia”.
Pembicaraan mengenai peristiwa sejarah ini terdiri atas tiga tahap kegiatan pembelajaran berbasis teks,  yaitu
(1) pembangunan konteks dan pemodelan teks cerita sejarah,
(2) kerja bersama pembangunan teks cerita sejarah, dan
(3) kerja mandiri pembangunan teks cerita sejarah. Dalam setiap cerita terdapat komponen cerita yang disebut urutan atau rentetan peristiwa sejarah.
Pembahasan urutan peristiwa itu, baik pada tahap kerja bersama maupun kerja mandiri, dilakukan untuk membangun teks yang menerapkan pembelajaran saintifik dengan model pembelajaran teks berbasis masalah (problem based learning),  pembelajaran teks berbasis proyek (project based learning), dan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning), serta penilaian autentik. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta didik akan diberi tugas untuk memeroleh kompetensi yang diharapkan serta dapat membangkitkan kegemaran belajar.

Kegiatan 1
Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Cerita Sejarah
Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
            Kejadian dalam peristiwa tersebut dianggap sebagai proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Sejarah termasuk ilmu empiris, karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Oleh sebab itu, sejarah kerap dimasukkan ke dalam ilmu kemanusiaan. Akan tetapi, sejarah berbeda dengan antropologi atau sosiologi, sejarah membicarakan manusia dari segi waktu, seperti perkembangan masyarakat dari satu bentuk ke bentuk lainnya,  kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat, pengulangan peristiwa  yang terjadi pada masa lampau, dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat  yang biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar masyarakat itu sendiri.
Peristiwa sejarah ini tidak semata-mata hanya menjadi cerita yang  dikisahkan secara turun-temurun, tetapi sebagai bangsa yang cerdas kita  harus mampu menggali nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya.
            Berbagai nilai dan kearifan yang terdapat dalam sebuah peristiwa sejarah itu  merupakan sumber kekayaan yang dapat diterapkan dalam mengatasi secara  bijak persoalan yang dihadapi bangsa sekarang ini demi mempersiapkan masa depan generasi muda. Dengan mengingat masa lalu, memahami masa kini, dan mempersiapkan masa depan, diyakini sebuah bangsa akan dapat maju mengemban cita-citanya. Untuk mengetahui apa dan bagaimana peristiwa sejarah yang terjadi di muka bumi ini, peserta didik bisa mempelajari catatan dan rekaman sejarah dari sejumlah sumber. Pencatatan peristiwa yang terjadi pada masa lampau itu termasuk bentuk teks cerita ulang. Melalui teks cerita ulang atau dikenal juga dengan sebutan teks rekon (recount), pengalaman nyata di masa lalu dapat dibangkitkan atau dihidupkan kembali.
            Dalam pelajaran ini, kalian, sebagai peserta didik diharapkan dapat menyusun peristiwa sejarah dunia sebagai teks cerita ulang. Langkah pertama yang dapat kalian lakukan dalam menyusun peristiwa sejarah ini adalah mendapatkan informasi sejarah terlebih dahulu.    Sejarah, sebagai sebuah  peristiwa yang terjadi pada masa lampau, akan menjadi sebuah informasi untuk masa yang akan datang. Setelah informasi tentang sebuah peristiwa sejarah kalian peroleh, kalian bisa mengumpulkan data yang tepat, akurat, serta autentik tentang peristiwa tersebut dari berbagai sumber, baik lisan, tertulis, maupun benda-benda yang berkaitan dengan peristiwa sejarah yang dimaksud. Sumber sejarah yang kalian dapatkan itu diteliti secara cermat, dibandingkan satu sama lain, diinterpretasikan, kemudian direkonstruksi sehingga menghasilkan kisah sejarah yang mudah dipahami. Masih ingatkah kalian teks cerita ulang yang telah kalian pelajari di kelas XI? Teks cerita ulang atau teks rekon ini pernah kalian pelajari saat kalian duduk di kelas XI dengan tema “Membangkitkan Ingatan tentang Tokoh Dunia”. Pada pelajaran tersebut dibahas perihal cerita ulang biografi para tokoh dunia. Dalam teks cerita ulang biografi tersebut terdapat riwayat hidup yang memuat identitas pribadi, peristiwa, dan berbagai masalah yang dihadapi para tokoh tersebut. Kalian juga telah mengetahui berbagai karya dan sumbangan  pemikiran mereka yang telah mendapat pengakuan dari berbagai kalangan internasional.
            Pada pelajaran ini, teks cerita ulang yang akan kalian pelajari adalah teks cerita sejarah dunia. Dengan membaca dan memahami berbagai rentetan peristiwa yang terjadi pada masa lampau, kalian diharapkan dapat menggali kearifan di sana. Mengetahui peristiwa sejarah tidak hanya sebatas proses transformasi pengetahuan mengenai fakta masa lalu belaka, tetapi yang
terpenting adalah bagaimana kalian dapat belajar dari sejarah itu.

Belajar dari sejarah berbeda artinya dengan mempelajari sejarah.
            Dengan belajar dari sejarah kalian akan bisa memilih dan memilah hal baik maupun buruk. Nilai kebaikan yang diperoleh dari belajar sejarah itu dapat kalian terapkan dalam kehidupan, sedangkan keburukan hendaknya dijadikan pelajaran untuk menghadapi kehidupan dengan lebih baik. Jika kalian menyikapi dengan bijak sebuah peristiwa sejarah, kalian akan dapat
menggali kearifan di balik peristiwa tersebut. Kalian akan mampu melakukan transformasi nilai yang perlu diteladani.
Sebuah peristiwa sejarah pasti mengandung makna yang penting.
            Salah satu peristiwa sejarah dunia yang memiliki pengaruh pada kehidupan sekarang maupun masa depan adalah peristiwa terbentuknya Hari Buruh atau yang dikenal dengan sebuatan May Day. Hari Buruh ini merupakan rentetan perjuangan kelas pekerja agar tidak diperlakukan dengan buruk secara terus-menerus. Setiap tanggal 1 Mei, kaum buruh di seluruh dunia memperingati peristiwa besar yang terjadi di Amerika Serikat, berupa demonstrasi kaum buruh pada 1886 yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja.

Sejarah Hari Buruh

1.  Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan  May Day, diperingati setiap 1 Mei. Di beberapa negara, Hari Buruh dijadikan hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.  Hari Buruh ini lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja.  Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Federation of Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh  yang diperingati oleh kaum buruh seluruh dunia. Penetapan ini dilakukan untuk memperingati momen tuntutan delapan jam kerja sehari dan juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
2.  Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara kapitalis Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik menuai amarah dan perlawan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada 1806 oleh pekerja  cordwainers.  Pemogokan ini membawa para pengorganisasinya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam sehari. Sejak saat itu,
perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat. 
3.  Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar ke berbagai kota, seperti Chicago, New York, Detroit, Louisville, dan Baltimore. Demonstrasi ini mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.
4.  Perkembangan ini memancing reaksi dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi. Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran  membubarkan diri.
5.  Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi-buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun, kaum buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890.
6.  Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg (1894), demonstrasi yang menuntut pengurangan jam kerja tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu perjuangan. 
7.  Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.
8.  Delapan jam/hari atau 40 jam/minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.(Diadaptasi dari berbagai sumber)

Setelah kalian membaca teks “Sejarah Hari Buruh” tersebut, cobalah kalian diskusikan beberapa hal berikut.
(1) Menurut kalian, berapa lama sebenarnya jam kerja yang pantas bagi seseorang dalam sehari?
(2) Apakah ada undang-undang yang mengatur jam kerja di Indonesia?
(3) Dalam Kepmen No. 102 Tahun 2004 disebutkan waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam sehari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah. Apakah kalian setuju dengan adanya waktu kerja lembur tersebut?
(4) Pantaskah orang yang bekerja lembur mendapatkan upah lebih?
(5) Banyak pendapat yang mengatakan bahwa orang yang kerja berlebihan rentan terkena serangan jantung. Hal ini bisa dikatakan sebagai risiko dari kerja yang berlebihan. Lalu, apa lagi bentuk risiko lain yang kalian ketahui?

Tugas 1
Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
(1)  Pada Tugas 1 ini kalian diminta menggali informasi sebanyak-banyaknya yang terdapat dalam tiap paragraf sehingga kalian akan memahami bagaimana struktur teks cerita sejarah itu dibangun. Tugas kalian adalah mengumpulkan informasi yang dapat mengidentifikasi siapa dan apa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, kalian juga harus mengumpulkan informasi tentang kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi, seperti yang dicetak miring berikut.
Perhatikan secara saksama informasi yang disuguhkan setiap paragraf pada teks “Sejarah Hari Buruh”!

Paragraf
Informasi dalam Teks
I
Peristiwa yang diidentifikasi pada tahap orientasi ini adalah Hari Buruh.
Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah kaumburuh.
Peristiwa yang dimaksud terjadi pada setiap Mei.
Peristiwa tersebut terjadi di______________________________________
Peristiwa ini terjadi karena________________________________________
Peristiwa ini berawal ____________________________________
II


III


IV


V

VI

VII


VIII


(2)  Periodisasi dalam penyusunan peristiwa sejarah sangat penting, sebab  peristiwa sejarah itu berlangsung dalam waktu yang panjang dan cenderung berkesinambungan, tidak terputus dalam satu periodisasi saja.  Dengan membagi kurun waktu peristiwa sejarah  menjadi pembabakan, cerita sejarah yang kalian susun akan mudah dipahami dan dipelajari oleh pembaca. Periodisasi sejarah bisa kalian lakukan dengan cara membagi dan memilah berbagai kejadian dalam sebuah batasan waktu tertentu. Penyusunan periode sejarah ini harus kalian lakukan secara kronologis, sesuai dengan urutan waktu dari peristiwa sejarah tersebut. Setiap peristiwa yang terjadi dapat kalian klasifikasikan berdasarkan jenis dan bentuknya. Lalu, peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun secara
runut berdasarkan waktu kejadian, disusun dari masa yang paling awal hingga masa yang paling akhir. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peristiwa sejarah yang disusun tidak melompat-lompat atau bahkan berbalik urutan waktunya, sehingga akan menimbulkan kerancuan. Tentu saja kerancuan akan memicu sebuah pemahaman yang keliru tentang  fakta sejarah dan harus dihindari.
Di bawah ini telah tersedia kolom yang berisi waktu dan peristiwa, tetapi ada beberapa kolom yang kosong.
Lengkapilah kolom yang masih kosong berikut!
No.
Waktu
Peristiwa
1.
1856
Demonstrasi yang dilakukan para buruh di Australia
2.

Pemogokan pertama kelas pekerja di Amerika Serikat
3.

Demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat
4
3 Mei 1886

5.
1888

6.

Para buruh kembali melakukan demonstrasi
7.
1889

8.

Pemogokan umum yang diusulkan delegasi
buruh Amerika Serikat dalam Kongres Buruh
Internasional
9.

Penetapan Hari Buruh se-Dunia
10.
1919

11.
1935


.
 (3)  Urutan penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikuti tata urutan tertentu. Dalam penyajian informasi ini, terdapat beberapa model urutan, antara lain urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebab-akibat. Semua model ini akan memberikan informasi secara runtut.  Prinsip keruntutan pada dasarnya menyajikan informasi secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis.  Dalam pola urutan yang berdimensi waktu, informasi disajikan secara kronologis, mulai dari yang paling awal hingga yang paling akhir terjadi. Meskipun demikian, dengan pola urutan waktu ini, penulis bisa saja menerapkan cara penyajian kilas balik (flashback) yaitu dengan memulai apa yang paling akhir terjadi, kemudian meloncat ke kejadian paling awal
dan berikutnya secara berurut.
Setelah kalian membaca teks “Sejarah Hari Buruh”, jawablah pertanyaan berikut ini.
(a) Apakah penyajian informasi dalam teks tersebut berdasarkan urutan yang berdimensi waktu dimulai dari awal hingga yang paling akhir terjadi atau kilas balik?
(b) Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang.
(c) Diskusikanlah keruntutan peristiwa sebagai informasi yang disajikan dalam teks cerita ulang mengenai Hari Buruh tersebut.
(d) Carilah kata yang bisa menjadi penanda keruntutan peristiwa dalam pola urutan yang berdimensi waktu pada tiap paragraf yang ada.
(e) Tuliskan penanda waktu yang kalian temukan, lalu bandingkan jawaban kalian dengan kelompok lain. 
Paragraf
Penanda Waktu
Kata dalam Kalimat
I
setiap 1 Mei
Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan May Day, diperingati setiap 1 Mei.
berawal dari
Di beberapa negara, Hari Buruh dijadikan hari libur tahunan, yang berawal
dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan
sosial para buruh.
II



III



IV



V



VI



VII



VIII




 (4)  Sebuah teks pasti memiliki strukturnya sendiri. Begitu pula halnya teks “Sejarah Hari Buruh” di atas. Marilah kita uraikan struktur yang membangun teks cerita sejarah tersebut.  
Setelah kalian melihat, mempelajari, serta mencermati teks “Sejarah Hari Buruh” tersebut, kalian diharapkan sudah mendapatkan gambaran bagaimana sebuah teks cerita sejarah itu dibangun. Untuk lebih jelasnya, marilah kita pelajari dengan saksama bagian yang membangun teks “Sejarah hari Buruh” itu.

Isilah kolom struktur teks yang masih kosong.
Struktur Teks
Kalimat dalam Teks
Orientasi
1.  Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan
May Day, diperingati setiap 1 Mei. Di beberapa  negara, Hari Buruh dijadikan hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. Hari Buruh ini lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja. Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja.  Federation of Organized Trades and Labor Unions  akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh   yang diperingati oleh kaum buruh seluruh dunia. Penetapan ini dilakukan untuk memperingati momen tuntutan delapan jam kerja sehari dan
juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Urutan peristiwa 
sejarah
Tahap 1

2.  Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara
kapitalis Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik menuai amarah dan perlawan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisasinya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di
era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam sehari.
Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat

3. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar ke berbagai kota, seperti Chicago, New York,
Detroit, Louisville, dan Baltimore. Demonstrasi ini empersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.

4.  Perkembangan ini memancing reaksi dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s
Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi.
Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri.

5.  Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi-buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka.
Dengan tuduhan terlibat dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun, kaum buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang
sama. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890.

6.  Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg (1894), Struktur Teks Kalimat dalam Teks  demonstrasi yang menuntut pengurangan jam kerja tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu perjuangan.

7.  Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan
delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan
tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.

8. Delapan jam/hari atau 40 jam/minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai
salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.

Dengan menggunakan skema sruktur, urutan tahapan dalam teks bisa diperkirakan. Setiap genre yang ada dapat diidentifikasikan urutan elemen strukturnya, baik yang wajib maupun pilihan pada tiap tahapan. Pada teks cerita sejarah ini, terdapat tiga tahapan. Tahapan pertama, orientasi. Tahap pertama ini memberikan informasi tentang situasi cerita  sejarah yang diangkat dalam teks. Seperti pada teks “Sejarah Hari Buruh” di atas. Pada tahap orientasi yang berada pada paragraf pertama, kalian bisa melihat latar belakang muculnya Hari Buruh, waktu peringatannya, tujuan diperingatinya, serta beberapa hal mengenai Hari Buruh tersebut  secara umum. Tahap berikutnya adalah urutan peristiwa sejarah. Tahap ini terdiri dari beberapa paragraf yang menyediakan rekaman peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah tersebut. Maka, dalam menggali informasi pada tahap kedua ini, kalian harus melihat rekaman waktu terjadinya peristiwa. Tahap selanjutnya adalah reorientasi.  Tahap ini bertujuan untuk menghadirkan kembali peristiwa sejarah tersebut pada masa kini.  Dalam teks model yang telah kalian baca itu, kalian dapat melihat bagian yang membangun teks. Teks tersebut diawali oleh orientasi yang memberi gambaran umum tentang Hari Buruh. Bagian berikutnya terlihat rentetan peristiwa yang melatarbelakangi terbentuknya Hari Buruh itu. Bagian akhir teks ditutup dengan reorientasi. Bagian ini memberi penekanan yang enginformasikan penetapan konvensi berkaitan degan tuntutan para buruh sehingga terbentuknya Hari Buruh tersebut. Dengan demikian, struktur yang membangun sebuah teks cerita sejarah adalah orientasi^urutan peristiwa^reorientasi. Reorientasi merupakan tahapan yang berupa pilihan, yang bisa saja tidak muncul dalam sebuah teks cerita sejarah. Setelah mempelajari teks cerita sejarah di muka, kalian pasti sudah bisa menyimpulkan struktur yang membangunnya. Lengkapilah bagan berikut yang menunjukkan struktur sebuah teks cerita sejarah.
 Struktur
Organization Chart

(5)  Selain struktur teks cerita sejarah yang kalian pahami, sekarang kalian harus mengenal ciri kebahasaan dalam sebuah teks cerita sejarah. Ciri kebahasaan yang digunakan dalam penceritaan peristiwa sejarah ini menggunakan nomina yang dapat mengidentifikasi siapa dan apa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, teks cerita sejarah ini juga kerap menggunakan kelompok kata yang dapat menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa sejarah tersebut dengan lebih rinci. Berbicara tentang sejarah berarti memperbincangkan  sebuah peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dalam teks ini peristiwa yang diceritakan dilengkapi dengan waktu kejadiannya.Oleh sebab itu, kata yang menunjukkan  urutan peristiwa serta adverbia waktu lampau sangat diperlukan dengan menggunakan konjungsi temporal. Sebuah teks sejarah juga kerap menggunakan nomina yang telah melalui proses nominalisasi.
(a)  Dalam teks “Sejarah Hari Buruh”, kalian akan menjumpai beberapa kelompok kata, seperti kelompok nomina dan verba. Terdapat tiga jenis kelompok nomina. Pertama  kelompok nomina modifikatif (mewatasi), misalnya;  rumah besar, dua botol, ruang makan,
dan lain-lain. Kedua, kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), misalnya;  lahir batin, sandang pangan, sarana prasarana,  hak dan kewajiban, adil dan makmur, dan sebagainya.
Ketiga, kelompok nomina apositif, sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan, misalnya;  Sinta,  teman sekelasku, pergi berlibur ke Bali. Sama halnya dengan kelompok nomina, kelompok kata verba juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kelompok verba modifikatif, kelompok verba koordinatif, dan kelompok verba apositif.
Agar kalian menjadi semakin jelas, perhatikan dengan saksama teks “Sejarah Hari Buruh” di muka. Temukan lima kelompok nomina dan lima kelompok verba dalam teks tersebut. Tuliskan kelompok kata yang kalian temukan ke dalam kolom berikut.

No.
Kelompok Nomina
Kelompok Verba
1.

Hari Buruh,  yang dikenal juga dengan sebutan May Day, diperingati setiap 1 Mei.
Federation of Organized Trades  and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh  yang diperingati oleh kaum buruh seluruh dunia.
2.


3.


4.


5.


6.



Kelompok kata merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Artinya, di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal.  Dalam teks model yang kalian pelajari, kalian menjumpai beberapa kelompok kata, seperti kelompok nomina dan verba. Kelompok nomina dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu kelompok kata nomina modifikatif (mewatasi), kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), yang terdiri atas unsur nominal yang setara dan dapat disisipi dan dan atau, dan kelompok nomina apositif. Seperti kelompok nomina, kelompok verba juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kelompok verba modifikatif, kelompok verba koordinatif, dan kelompok verba apositif.
(b)  Untuk menguraikan urutan peristiwa dalam sebuah teks cerita sejarah, kalian akan menemukan kata yang menginformasikan peristiwa, waktu, dan tempat. Pada tugas sebelumnya, kalian sudah mendiskusikan penanda keruntutan peristiwa dalam pola urutan yang berdimensi waktu pada tiap paragraf yang ada. Tugas kalian berikutnya adalah mencari  penanda lain yang menunjukkan nama peristiwa dan tempat kejadiannya.
 Urutkanlah secara kronologis, kemudian tuliskan urutan waktu, peristiwa, dan tempatnya pada kolom berikut.

No.
Peristiwa
Waktu
Tempat
1.
Hari Buruh
1 Mei
Seluruh dunia
2.
Hari libur tahunan
1 Mei
Beberapa negara
3



4



5



6



7



8



9



10




 (c)  Dalam membuat sebuah teks cerita sejarah, kalian bisa menggunakan konjungsi (kata sambung) temporal agar urutan peristiwa dapat tertata secara kronologis. Konjungsi temporal merupakan konjungsi yang mengacu pada waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks. Teks yang berkohesi itu penting kalian perhatikan agar keserasian setiap unsur yang disambungkan tetap terjaga, sehingga tercipta susunan kata yang indah dan mudah dipahami. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua hal atau peristiwa, terdiri dari dua bagian, yaitu konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat (misalnya  apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dan sebagainya) dan konjungsi temporal yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat (misalnya sebelumnya dan sesudahnya).
Carilah beberapa konjungsi temporal yang terdapat dalam teks cerita sejarah di muka. Kemudian, cobalah kalian tentukan apakah konjungsi tersebut menghubungkan dua peristiwa yang sederajat atau tidak dengan memberikan tanda (ѵ) pada kolom yang tersedia.
No.
Konjungsi dalam Kalimat
Sederajat
Tidak Sederajat
1.
Tuntutan kaum buruh ini bermula  sejak era industri di awal abad ke-19.

Ñ´

2



3



4



5



6



7



8



9



10




 (d)  Nominalisasi, sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang.  Pada teks cerita sejarah sebagai satu bentuk penceritaan ulang juga sering ditemukan nominalisasi ini. Tugas kalian adalah mencari sebanyak-banyaknya bentuk kata benda (nomina [N])  sebagai hasil dari nominalisasi yang terdapat dalam teks “Sejarah Hari Buruh”. Lalu, tentukan afiks pembentuk nomina tersebut. Tulislah hasil temuan kalian ke dalam kolom yang telah
disediakan, kemudian diskusikan dengan teman sekelas!
No.
Nomina
Afiks Pembentuk Nomina
1.
perubahan
konfiks   per-an (verba [V] à nomina [N])
2


3


4


5


6


7


8


9


10


11


12


13


14


15


16


17


18


19


20


.
Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut.
a)  Sufiks –an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas.
Contoh:
1)  Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika. (verba [V] à nomina [N])
2)  Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.(Adjektiva [A] à nomina [N])
3)  Maman S. Mahayana adalah seorang  kritikus  sastra yang terkenal.(nomina [N] à nomina [N])
b)  Prefiks ke-, pe-, dan se-.
Contoh:
1)  Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.(Ajektiva [A] à nomina [N])
2)  Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang  Jalan Diponegoro.(verba [V] à nomina [N])
3)  Saya sekelas dengan Sadewa.(nomina [V] à nomina [N])
c)  Konfiks ke-an, pe-an, dan per-an.
Contoh:
1)  Pengaturan  jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.(verba [V] à nomina [N])
2)  Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.(verba [V] à nomina [N])
3)  Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.(ajektiva [A] à nomina [N])
d)  Infiks -el- dan -er-.
Contoh:
1)  Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.(ajektiva [A] à nomina [N])
2)  Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.(verba [V] à nomina [N])
3)  Seruling itu terbuat dari bambu.(nomina [N] à nomina [N])
e)  Kombinasi afiks pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an.
Contoh:
1)     Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.(dari bentuk ber- + dasar [D])
2)    Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
(dari bentuk ter- + dasar [D])
3)      Daerah kumuh perlu dipugar untuk  penyerasian  dengan daerah sekitarnya.
(dari bentuk menye-kan)

Tugas 2
Membandingkan Teks Cerita Sejarah
Setelah kalian memahami teks “Sejarah Hari Buruh”, tugas kalian selanjutnya adalah membandingkan teks tersebut dengan teks “Peristiwa Pembentukan ASEAN” berikut ini dengan teliti. Kemudian, kerjakanlah tugas tersebut dengan mengikuti penunjuk yang diberikan.
Peristiwa Pembentukan ASEAN
Gambar 1.1 Lambang ASEAN
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Emblem_of_the_Association_of_Southeast_Asian_
Nations

1.  Sebelum terbentuknya ASEAN pada 1967, beberapa negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk membentuk kerja sama regional di kawasan ini, seperti ASA (Association of Southeast Asia), Maphilindo (Malaya, Philipina, Indonesia), dan SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization), maupun dengan negara di luar kawasan ini, seperti SEATO (South East Asia Treaty Organization) dan ASPAC (Asia and Pacific Council). Komunikasi antara negara Asia Tenggara dengan negara di luar kawasan tersebut telah berkembang dalam ECAFE (Economic Commission for Asia and the Far East), Colombo Plan, dan KAA (Konferensi Asia Afrika).
2.  ECAFE dibentuk pada 28 Mei 1947 yang kemudian diubah menjadi ESCAP (Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), yaitu badan khusus PBB yang banyak memberikan inspirasi bagi pertumbuhan kerja sama regional di Asia Tenggara.
3.  Colombo Plan,  yang terbentuk pada 1950 dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Akan tetapi, keanggotaannya tidak berasal dari suatu kawasan tertentu dan operasinya bersifat bilatelaral, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kerja sama regional. Walaupun demikian, keberadaannya bermanfaat untuk memberikan dorongan pentingnya kerja sama regional Asia Tenggara dalam pertemuan konsultatif  The Asia Union di Baguio, Filipina. Pertemuan dimaksudkan agar suara Asia lebih didengar di PBB dan mendorong kerja sama di bidang ekonomi dan sosial antarnegara di Asia. Namun, gagasan tersebut tidak berlanjut.
4.  SEATO yang dibentuk pada 1954 merupakan kerja sama di bidang pertahanan dengan dasar pembentukannya bercorak anti komunis. Dari delapan anggotanya, hanya dua dari Asia Tenggara, yaitu Filipina dan Thailand. Kegiatannya tidak mencerminkan kepentingan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga akhirnya dibekukan pada 1977.
5.  KAA yang diselenggarakan di Bandung pada 1955 mencetuskan Dasa Sila Bandung, antara lain memuat prinsip hubungan antarnegara yang didasarkan pada penghormatan kedaulatan dan integritas wilayah semua negara atas dasar kesamaan, kemerdekaan, koeksistensi secara damai, penyelesaian semua pertikaian secara damai, mendorong kerja sama timbal-balik, serta penghormatan pada keadilan dan kewajiban internasional. Berbagai prinsip tersebut mendorong lahirnya gerakan solidaritas Asia Afrika dan gerakan Non Blok. KAA yang diikuti oleh 29 negara dari kedua benua tersebut mengeluarkan Komunike Bersama untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik. Walaupun demikian, KAA tidak dimaksudkan secara khusus untuk membentuk kerja sama regional bagi kedua benua.
6.  Pembentukan ASA pada 1961 bertujuan memajukan kerja sama ekonomi dan kebudayaan di antara negara anggotanya, Malaya, Filipina, dan Thailand. Kemudian, pada 1963 dibentuk Maphilindo yang merupakan forum kerja sama antara Malaya, Filipina, dan Indonesia. Dasar pembentukannya berpegang pada Piagam PBB, Deklarasi Bandung, serta persamaan ras. ASA tidak dapat bertahan lama karena Indonesia tidak ikut di dalamnya. Maphilindo lebih singkat lagi umurnya karena sempitnya
dasar kerja sama. Kegagalan kedua kerja sama tersebut juga dipengaruhi oleh adanya pertentangan dan saling curiga di antara negara anggotanya.
7.  ASPAC yang dibentuk pada 1961 beranggotakan Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina, Australia, dan Selandia Baru. Meskipun menitikberatkan pada kerja sama ekonomi, tetapi dengan melihat komposisi anggotanya terdapat kecondongan politik pada salah satu blok. Kelemahan yang menonjol ialah keanggotaan Taiwan. Setelah terjalinnya hubungan RRC dengan negara anggota ASPAC, maka keberadaan ASPAC berakhir.
8.  Pada 1965 didirikan SEAMEO dengan maksud memajukan kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan. Indonesia, Laos, Malaysia,
Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam merupakan pendirinya. Organisasi ini juga memiliki  Associate Members dan  Affiliate Members. Markas besarnya di Bangkok dan keanggotaannya kemudian meliputi negara ASEAN dan non-ASEAN.
9.  Tumbuhnya kesadaran akan perlunya kerja sama untuk meningkatkan taraf hidup di antara bangsa sekawasan, sekaligus meredakan rasa saling curiga, mendorong mereka mengupayakan pengembangan kerja sama. Perkembangan geopolitik Asia Tenggara sesudah 1965 sangat memengaruhi usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai masalah yang dihadapi negara di kawasan ini.
10. Pada 1965 Singapura yang memisahkan diri dari Federasi Malaysia berusaha untuk membuka hubungan dengan negara tetangganya. Di Indonesia, Pemerintahan Orde Baru yang lahir menyusul kegagalan Gerakan 30 September 1965 yang didalangi PKI, kemudian melakukan upaya untuk mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia serta mengusahakan terjalinnya hubungan yang lebih bersahabat dengan negara tetangganya. Di Filipina, Marcos yang terpilih menjadi presiden menggantikan Macapagal mengambil kebijakan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
11. Dampak positif dari meredanya rasa saling curiga dan konflik antara bangsa di Asia Tenggara mendorong pembentukan organisasi kerja sama regional. Pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang menghasilkan rancangan  Joint Declaration, yang mencakup kesadaran akan perlunya peningkatan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik, serta kerja sama yang bermanfaat di antara negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan kebudayaan. Dalam pertemuan 8 Agustus 1967 di Bangkok, ditandatanganilah Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang menandai berdirinya Association of South East Asian Nations  (ASEAN) yang berarti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. (Sumber:  ASEAN National Secretariat of Indonesia,  ASEAN, Selayang Pandang, Jakarta: Sekretariat Nasional ASEAN, Departememen Luar Negeri
Republik Indonesia, 1997, halaman 1-4)
(1)  Pada mulanya ASEAN merupakan wadah kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya. Akan tetapi, Deklarasi Bangkok merupakan komitmen politik negara anggota untuk bersatu dan bekerja sama, meskipun Asia Tenggara pada saat itu diwarnai oleh pergolakan antarnegara maupun antarkekuatan di luar kawasan. Aspirasi politik yang mendasari Deklarasi Bangkok mengupayakan stabilitas regional yang dapat menunjang pembangunan nasional di segala bidang bagi negara anggota ASEAN. Para pemimpin/pendiri ASEAN menyadari bahwa di antara negara anggota terdapat perbedaan latar belakang sejarah maupun sikap politik, serta kenyataan dalam bidang ekonomi sebagian besar negara anggota bersaing sebagai penghasil komoditi yang sama. Oleh karenanya, langkah yang diambil bersifat pragmatis. Maksud dan tujuan dibentuknya ASEAN tercantum dalam Deklarasi Bangkok. Berikut ini adalah isi dari deklarasi tersebut yang memuat 7 perihal. Akan tetapi, dalam kolom yang tersedia hanya dijumpai 2 di antaranya. Tugas kalian adalah mencari 5 isi deklarasi lainnya yang menjadi tujuan didirikannya ASEAN. Kalian dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk mendapatkan berbagai informasi tentang ASEAN.

No.
Deklarasi Bangkok 
1.
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
2.
Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara.
3

4

5

6

7


 (2)  ASEAN (Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) merupakan organisasi yang mewadahi kerja sama antarnegara di Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok (ibu kota Thailand) oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh perwakilan lima negara pemrakarsa/pendiri ASEAN. Kelima orang perwakilan tersebut ada pada kolom berikut ini lengkap dengan jabatan dan negara asalnya. Hanya saja nama jabatan dan negara asal mereka diletakkan secara acak pada kolom di samping nama para pendiri ASEAN. Tugas kalian adalah mencocokkannya.
Isilah kolom yang kosong dengan nomor yang sesuai!
No.
Nama Pendiri ASEAN
Jabatan dan Negara
1.
Narciso Ramos
[    5    ]  Wakil Perdana  Menteri Malaysia
2.
S. Rajaratman
[   ...   ] Menteri Luar  Negeri Singapura
3.
Thanat Khoman
[   ...   ] Menteri Luar  Negeri Thailand
4.
Adam Malik
[   ...   ]  Menteri Luar  Negeri Indonesia
5.
Tun Abdul Razak
[   ...   ]Menteri Luar Negeri Filipina




 (3)  Perhatikan dengan saksama lambang ASEAN berikut.

Gambar 1.2 Lambang ASEAN
Sumber: http://vovworld.vn/id-ID/Ulasan-Berita/Tugas-diplomasi-baru-yang-dijalankan-Vietnam-dalam-ASEAN-tahun-2013/136119.vov

Gambar di atas adalah lambang ASEAN yang dikelilingi 10 bendera negara anggotanya. Setiap negara bergabung dengan ASEAN dalam waktu yang berbeda. Berikutnya, kalian harus mengisi kolom yang
kosong di bawah ini, berkaitan dengan profil negara ASEAN dan keanggotaannya.

No.
Negara
Ibu Kota

Lagu Kebangsaan
Hari Kemerdekaan
Bergabung dengan ASEAN
1.

Manila

12 Juni 1898

2.


Pheng Xat Lao (Hymne of The Lao People)
19 Juli 1949

3.

Rangoon
Kaba Ma Kyei


4.
Singapura



8 Agustus 1967
5.

Hanoi

2 September 1945

6.
Indonesia



8 Agustus 1967
7.


Nokoreach
(Royal Kingdom)
9 November
1953

8

Kuala
Lumpur
Negaraku


9



1 Januari 1984
7 Januari
1984
10
Thailand

Phleng Chat
Thai



 (4)  ASEAN pada tahun pertama diwarnai oleh upaya pemantapan saling pengertian (confidence building process) antaranggotanya guna memantapkan kerja sama yang sedang ditumbuhkan. Persamaan kedudukan dalam keanggotaan merupakan salah satu prinsip dalam kerja sama tanpa mengurangi kedaulatan masing-masing negara anggota. Kerja sama regional yang dikembangkan bukan bersifat integratif, tetapi bersifat kooperatif. Musyawarah, kepentingan bersama, dan saling membantu dengan semangat ASEAN merupakan ciri kerja sama ini.ASEAN, yang didirikan atas dasar hasrat untuk menciptakan kawasan yang damai, memiliki bendera yang melambangkan ASEAN yang stabil, penuh perdamaian, bersatu, dan dinamis. Lambang ASEAN berada di tengah bendera ASEAN dengan kombinasi empat warna, yaitu merah, biru, kuning, dan putih. Carilah makna setiap warna pada lambang ASEAN tersebut dan tuliskan jawaban kalian.
(a) Warna merah pada logo ASEAN melambangkan:
____________________________________________________
____________________________________________________
(b) Warna biru pada logo ASEAN melambangkan:
____________________________________________________
____________________________________________________
(c) Warna kuning pada logo ASEAN melambangkan:
____________________________________________________
____________________________________________________
(d) Warna putih pada logo ASEAN melambangkan:
____________________________________________________

(5)  Perhatikan dengan teliti lambang ASEAN itu sekali lagi. Lambang tersebut memperlihatkan ikatan rumpun padi berwarna kuning yang berada dalam lingkaran. Apakah gambar ini memiliki makna tertentu? Jika ya, uraikanlah jawaban kalian.
(a)  Ikatan rumpun padi melambangkan:
____________________________________________________
____________________________________________________
(b) Lingkaran melambangkan:
____________________________________________________
____________________________________________________
(6)  Kalian sudah mengetahui bahwa sebuah teks sejarah merupakan salah satu bentuk teks penceritaan ulang (rekon/recount). Peristiwa masa lampau yang diceritakan melalui teks cerita sejarah ini meggunakan pola urutan yang berdimensi waktu, seperti halnya teks “Sejarah Hari Buruh”.
Informasi disajikan secara kronologis, mulai dari yang paling awal hingga yang paling akhir terjadi. Setelah kalian membaca teks “Peristiwa Pembentukan ASEAN”, cobalah urutkan secara kronologis setiap peristiwa yang terdapat di dalam teks sehingga terbentuknya ASEAN.

No
Peristiwa
Waktu
Tempat
1.
Pembentukan ECAFE
28 Mei 1947

2.



3.



4.



5.



6.



7.



8.



9.



10.




 (7)  Dengan melihat kronologis peristiwa pembentukan ASEAN pada teks, kalian dapat melihat struktur yang membangun teks tersebut, yaitu orientasi^urutan peristiwa sejarah^reorientasi. Buatlah struktur teks “Peristiwa Pembentukan ASEAN” tersebut yang dilengkapi dengan informasi pada setiap paragrafnya.

Struktur Teks
Iformasi dalam Teks

Orientasi
Urutan peristiwa  sejarah
Tahap 1

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 2

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 3

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 4

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 5

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 6

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 7

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 8

Urutan peristiwa sejarah
Tahap 9

Reorientasi


 (8)  Terdapat tiga jenis kelompok nomina. Pertama kelompok nomina modifikatif (mewatasi), kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), dan kelompok nomina apositif. Demikian pula halnya kelompok verba, kelompok kata yang bersifat memperluas verba. Ada
tiga jenis kelompok kata tersebut, yaitu kelompok verba modifikatif, koordinatif, dan apositif. Buatlah masing-masing 1 contoh untuk tiap jenis kelompok kata yang disebutkan dengan kalimat kalian sendiri.
No.
Jenis Kelompok Kata
Contoh Kalimat
1.
Kelompok nomina  modifikatif

2.
Kelompok nomina koordinatif

3.
Kelompok nomina apositif

4.
Kelompok verba modifikatif

5.
Kelompok verba koordinatif

6.
Kelompok verba apositif


 (9)  Carilah beberapa nomina yang terdapat di dalam teks “Peristiwa Pembentukan ASEAN”, tentukan kata dasarnya, uraikan afiks pembetuk nomina tersebut, dan buatlah contoh penggunaan nomina itu dalam kalimat yang kalian buat sendiri.
No.
Nomina
Kata Dasar
Afiks Pembentuk Nomina
Contoh dalam Kalimat
1.
gagasan
gagas
Sufiks –an (V à N)
Ayah menerima gagasanku untuk pergi ke Borobudur liburan ini.
2.
kecondongan



3.




4.




5.




6.




7.




8.




9.




10






(10)  Teks “Peristiwa Pembentukan ASEAN” terdiri atas sebelas paragraf.
Sebuah paragraf yang baik, setidaknya memiliki empat ciri, yaitu keterpaduan (kohesi), keterkaitan (koherensi), kekonsistenan sudut pandang, dan ketuntasan. Agar kata atau kalimat dalam tiap paragraf yang membangun sebuah teks kohesif dan koheren, terdapat sarana pengait/penaut kata atau kalimat tersebut. Beberapa sarana yang bisa dijadikan sebagai pengait/penaut ini adalah pengulangan, penggantian, dan konjungsi.
Dalam sebuah teks cerita sejarah, seharusnya terdapat konjungsi temporal seperti yang telah dibahas pada tugas sebelumnya. Konjungsi ini berfungsi menghubungkan kata, kalimat, bahkan paragraf.
(a) Buatlah kelompok yang terdiri dari 3 orang.
(b) Cobalah kalian perhatikan dengan teliti kata atau kalimat yang membangun tiap paragraf pada teks yang dimaksud.
(c) Apakah terdapat konjungsi temporal pada teks tersebut?
(d) Apakah telah terdapat keterpaduan dan keterkaitan pada tiap paragraf?
(e)  Jika tiap paragrafnya masih belum terdapat keterpaduan dan keterkaitan, buatlah menjadi paragraf yang baik menurut kalian.
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
(f)  ASEAN, sebagai sebuah organisasi yang menghimpun bangsa se-Asia Tenggara bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memajukan sosial, dan mengembangankan negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regional. Diskusikanlah manfaat
keberadaan ASEAN bagi kehidupan sekarang dengan teman sekelas kalian!
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________

Tugas 3
Menganalisis Teks Cerita Sejarah
Mempelajari sebuah teks sejarah sama artinya mempelajari manusia pada sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu. Dalam hal ini, memperbincangkan sejarah berarti memperbincangkan manusia dari segi waktu, seperti perkembangan manusia dalam kehidupan masyarakat yang secara terus-
menerus bergerak dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, pengulangan peristiwa masa lampau yang terjadi lagi pada masa kini, atau pun perubahan yang terjadi pada manusia itu akibat adanya  pengaruh dari luar. Mitos dan sejarah adalah dua hal yang membicarakan masa lalu. Akan tetapi, berbeda dengan mitos—menceritakan masa lalu yang tidak memiliki kejelasan waktu dan tempat peristiwanya—semua peristiwa dalam sejarah sangat jelas tempat dan waktu kejadiannya. Sejarah mempelajari sesuatu  yang konkret, terdapat fakta yang nyata di dalamnya. Mempelajari sejarah bukan berarti hanya mempelajari aktivitas manusia pelakunya, melainkan aktvitas manusia yang memiliki makna. Peristiwa sejarah juga cenderung berkesinambungan. Artinya, peristiwa sejarah berlangsung dalam waktu yang panjang dan tidak terputus dalam satu periodisasi saja.
(1)  Dalam pelajaran ini, kalian telah memahami sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi di muka bumi, yaitu sejarah terbentuknya Hari Buruh. Pahamilah sekali lagi secara saksama peristiwa tersebut. Marilah kita mengupas lebih dalam mengenai peristiwa sejarah Hari Buruh ini.
(a) Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3—5 orang, diskusikan pendapat kalian tentang lahirnya Hari Buruh ini.
(b) Apakah hal ini termasuk perkembangan manusia dalam kehidupan masyarakat yang secara terus-menerus bergerak dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, pengulangan peristiwa masa lampau yang terjadi lagi pada masa kini, atau  perubahan yang terjadi pada manusia itu akibat adanya  pengaruh dari luar?
(c) Kemukakan pendapat kalian dalam forum diskusi.
(2)  Pada tugas sebelumnya, kalian sudah mengurutkan secara kronologis setiap peristiwa yang turut andil pada tercetusnya Hari Buruh berdasarkan urutan waktu dan tempat kejadiannya. Berikutnya, kalian dapat menggali kearifan pada tiap rentetan peristiwa yang terjadi. Mengetahui peristiwa
sejarah tidak hanya sebatas proses transformasi pengetahuan mengenai fakta masa lalu belaka, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kalian dapat belajar dari sejarah itu sendiri. Kebijakan di masa lampau sangat mungkin dapat dijadikan bahan acuan dalam menghadapi kehidupan masa kini. Agar kalian lebih memahami kearifan yang terdapat pada peristiwa lahirnya Hari Buruh tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
(a)  Carilah nilai kearifan dalam tiap peristiwa yang menyebabkan munculnya Hari Buruh.
 ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
(b)  Menurut kalian, apakah demonstrasi yang dilakukan kaum buruh di berbagai daerah itu memiliki manfaat?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
(c)  Kebijakan apa yang terdapat pada peristiwa Hari Buruh tersebut yang dapat dijadikan bahan acuan menghadapi kehidupan saat sekarang?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________
(d)   Apakah kebijakan yang ada sama seperti yang diharapkan para buruh tersebut?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
(e)  Apakah kebijakan tersebut memengaruhi jam kerja buruh?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________
(3)  Kecenderungan peristiwa sejarah yang berkesinambungan menyebabkan peristiwa sejarah berlangsung dalam waktu yang panjang dan tidak terputus dalam satu periodisasi saja.
(a) Menurut kalian, apakah peristiwa Hari Buruh tersebut tidak berhenti dalam satu periodisasi juga?
(b) Apakah ada pengaruh  peristiwa Hari Buruh terhadap kaum buruh di Indonesia?
(c) Diskusikanlah dengan kelompok kalian masing-masing dampak Hari Buruh tersebut terhadap kaum buruh di Indonesia.
(d) Carilah dari berbagai sumber mengenai pengaruh peringatan Hari Buruh dunia  terhadap Indonesia.
(e) Bandingkan jawaban kalian dengan jawaban kelompok lain.

---OOOOOO------

Senin, 24 Agustus 2015

Sabtu, 22 Agustus 2015

KBM Bahasa Indonesia Kelas X MM2 VOCTEN MALANG Tahun Pelajaran 2010-2011

KBM Bahasa Indonesia Kelas X MM2 Tahun Pelajaran 2010-2011
Dengan KD: Pemamfaatan  Aneka Sumber belajar dalam Menulis
Analisis Karakteristik Surat Pembaca Di Media Surat Kabar
Dapat meningkatkan Minat siswa dalam
Menulis surat Pembaca











Semantik Dan Sintaksis Dalam Bahasa Indonesia

Penggunaan kalimat efektif dalam berkomunikasi sehari-hari sangatlah diperlukan.
Di samping itu, juga penggunaan pilihan kata atau diksi agar gasasan atau ide yang disampaikan kepada orang lain dapat terpahami secara efektif. Bagaimana supaya proses komunikasi tersebut dapat berjalan efektif, antara lain perlu memiliki pemahaman yang berkaitan dengan sintaksis dan semantik bahasa Indonesia, seperti jenis-jenis frase, klausa, kalimat, diksi, jenis-jensi makna, dan jenis perubahan makna. Dengan memahami bagian-bagian sintaksis dan semantik bahasa Indonesia tersebut, tentu dapat menciptakan komunikasi yang saling terpahami dengan jelas dan tepat.
A.Pengertian Sintaksis
Istilah sintaksis bersal dari bahasa Belanda syntaxis. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah syntax. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase (Ramlan, 2001). Tidak berbeda dengan pendapat tersebut, Tarigan (1984) mengemukakan bahwa sintaksis adalah salah satu cabang dari tatabahasa yang membicarakan struktur kalimat, klausa, dan frase.
B. Frase Bahasa Indonesia
1. Pengertian Frase
Frase menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Frase adalah satuan konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frase juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222).
Menurut Prof. M. Ramlan, frase adalah satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan (Ramlan, 2001:139). Artinya sebanyak apapun kata tersebut asal tidak melebihi jabatannya sebagai Subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan, maka masih bisa disebut frasa.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa frase adalah kelompok kata yang mendukung suatu fungsi (subjek, predikat, pelengkap, objek dan keterangan) dan kesatuan makna dalam kalimat.
2. Jenis-jenis Frase
Ramlan (1981) Membagi frase berdasarkan kesetaran distribusi unsur-unsurnya atas dua jenis, yakini frase endosentrik dan frase eksosentrik.
1) Frase endosentrik
Frase endosentrik yang distribusi unsur-unsurnya setara dalam kalimat. Frase endosentrik terbagi atas tiga jenis:
a) Frase endosentrik koordinatif yakni frase yang unsur-unsurnya setara, dapat dihubungkan dengan kata dan, atau. Misalnya :
- rumah pekarangan
- kakek nenek
- suami istri
b) Frase endosentrik atributif, yakni frase yang unsur-unsurnya tidak setara sehingga tidak dapat disisipkan dengan kata penghubung dan, atau. Misalnya:
- buku baru
- sedang belajar
- belum mengajar
c) Frase endosentrik apositif, yakni frase yang unsurnya bisa saling menggantikan dalam kalimat tapi tak dapat dihubungan dengan kata dan dan atau. Misalnya:
- Almin, anak Pak Darto sedang membaca
- Anak Pak Darto sedang belajar
- Ahmad sedang belajar
2) Frase eksosentrik adalah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya, misalnya:
- Di pasar
- Ke sekolah
- Dari kampung
Frase ditinjau dari segi persamaan distribusi dengan golongan atau kategori kata, frase terdiri atas: frase nominal, frase verbal, frase ajektival, frase, pronomina, frase numeralia. (Depdikbud, 1988).
1) Frase verbal adalah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan verba sebagai intinya dan tidak merupakan klausa. Misalnya:
- Kapal lauat itu sudah belabuh
- Bapak saya belum pergi.
- Ibu saya sedang mencuci
2) Frase nominal adalah dua buah kata atau lebih yang intinya dari dari nominal atau benda dan satuan itu tidak membentuk klausa. Misalnya:
- Kakek membeli tiga buah layang-layang.
- Amiruddin makan beberapa butir telur itik.
- Syarifuddin menjual tigapuluh kodi kayu besi
3) Frase ajektival adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih sedang intinya adalah ajektival (sifat) dan satuan itu tidak membentuk klausa. Misalnya:
- Ibu bapakku sangat gembira
- Baju itu sangat indah
- Mobil ferozamu baru sekali
4) Frase pronomina adalah dua kata atau lebih yang intinya pronomina dan hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat. Misalnya :
- Saya sendiri akan pergi ke pasar
- Kami sekalian akan bekunjung ke Tator
- Kamu semua akan pergi studi wisata di Tator
5) Frase numeralia adalah dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat namun satuan gramatik itu intinya pada numeralia. Misalnya:
- Tiga buah rumah sedang terbakar
- Lima ekor ayam sedang terbang
- Sepuluh bungkus kue akan dibeli
C. Klausa Bahasa Indonesia
1. Pengertian Klausa
Kridalaksana (1982:85) mengemukakan bahwa “klausa adalah satuan gramatikal berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya tediri dari subjek dan predikat dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.”
Pengertian yang sama dikemukakan oleh Ramlan (1981:62) sebagai berikut “Klausa dijelaskan sebagai satuan gramatik yang terdiri atas dari P, baik disertai S, O, PEL, dan KET atau tidak. Dengan ringkas klausa ialah (S) P (O), (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa apa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada, boleh juga tidak ada.”
Berdasarkan pengertian di atas, klausa adalah satuan gramatik yang unsur-usurnya minimal terdiri atas Subjek-Predikat dan maksimal unsurnya terdiri atas Subjek-Predikat-Objek-Pelengkap-Keterangan. Misalnya:
- Saya makan.
- Saya sedang makan nasi.
- Saya sedang makan nasi kemarin.
- Saya sedang memasakkan nasi kakakku.
2. Jenis-jenis Klausa
Klausa dilihat dari segi kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat terdiri atas klausa: nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan. ( Ramlan,1981).
1) Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frase golongan nomina. Misalnya :
- Ia guru IPA
- Yang dibeli pedagang itu kayu
2) Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frasa kategori verbal, dan klausa vebal terbagi atas empat jenis, yakni:
a) Klausa verbal yang ajektif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang termasuk kategori sifat sebagai pusatnya. Misalnya:
- Rumahnya sangat luas
- Motornya sangat mahal
- Rumahnya indah sekali
b) Klausa verbal intransitif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan kata kerja intransitif sebagai unsur intinya. Misalnya :
- Burung merpati sedang terbang di angkasa
- Adikku sedang bermain-main di lapangan
- Pesawat Lion Air belum mendarat di Lanud Hasanuddin
c) Klausa verbal yang aktif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang transitif sebagai unsur intinya. Misalnya :
- Ibuku sedang mencuci piring
- Pamanku sedang mengajarkan IPS
- Guru-guruku sedang mengikuti pelatihan PIPS
d) Klausa verbal yang reflektif adalah klausa yang predikatnya dari kata verbal yang tergolong kata kerja reflektif. Misalnya :
- Mereka sedang mendinginkan diri.
- Anak-anak itu sedang menyelamatkan diri.
- Kakek Adi telah mengobati peenyakitnya.
e) Klausa verbal yang resiprok adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang termasuk kata keja resiprok. Misalnya :
- Mereka saling melempar batu karang.
- Mereka tolong menolong di sungai
- Anak-anak itu ejek-mengejek di sekolah
3) Klausa bilangan adalah klausa yang predikatnya dari kata atau frase golongan bilangan. Misalnya :
- Kaki meja itu empat buah
- Mobil itu delapan rodanya.
- Rumah panggung itu duapuluh tiangnya
4) Klausa depan adalah klausa yang predikatnya dari kata atau frasa depan yang diawali kata depan sebagai penanda. Misalnya :
- Baju dinas itu untuk pegawai pemda.
- Mobil itu dari Amerika.
- Makanan lezat itu buat adik-adikmu.
D. Kalimat
1. Pengertian Kalimat
Keraf (1984:156) mendefinisikan kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap. Pengertian tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1982:72) bahwa “kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa.
Selain pendapat tersebut, dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) dinyatakan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan. Dalam wujud lisan, kalimat diiringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai, dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru.
2. Jenis-jenis Kalimat
Dari segi bentuk, kalimat dapat dikelompokkan atas dua jenis: (a) kalimat tunggal dan (b) kalimat majemuk.
a) Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (SP, SPO, SPOK) atau kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa. Contoh :
- Dia pergi.
- Dia melempar mangga.
- Ahmad pergi ke pasar kemarin sore.
Jenis kalimat tunggal terdiri atas empat macam, yakni kalimat nominal, kalimat verbal, kalimat ajektival dan kalimat preposisional (Depdikbud, 1988). Kelima jenis kalimat tunggal tersebut adalah sebagai berikut :
Ø Kalimat nominal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda. Misalnya:
- Ibuku petani sawah
- Ayahku pegawai kantor pajak.
- Kakakku tukang kayu.
Ø Kalimat verbal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dibentuk dari kata kerja/ verbal. Kalimat verbal terdiri atas lima macam yakni kalimat verbal intransitif, ekatransitif, dwitransitif, semitransitif, dan pasif
• Kalimat intransitif adalah kalimat tunggal yang prediktnya tidak memerlukan objek, misalya :
- Pak desa belum pergi ke kantor
- Ibunya sedang berenang di kolam
- Adik-adikku telah belajat matematika.
• Kalimat ekatransitif, yakni kalimat tunggal yag predikatnya hanya memerlukan objek tanpa diikuti pelengkap. Misalnya :
- Saya makan nasi goreng
- Ibu mencuci pakaian
• Kalimat dwitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap, misalnya :
- Ali membelikan adiknya baju tadi malam
- Nurhani memasakkan nasi suaminya kemarin.
- Suwarni mendengakan neneknya bicara di kamar
• Kalimat semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari semitransitif, misalnya :
- Alimuddin kehilangan uang milyaran kemarin
- Rumah Pak Desa kemasukan pencuri.
- Ibu Aminah kedatangan tamu dari Jakarta
• Kalimat pasif adalah kalimat tunggal yang predikatnya biasanya dari kata kerja berawalan di- , misalnya
- Rumah itu dibeli oleh Pak Alimin Syahid.
- Motor itu dijual oleh Toko Mandala.
- Persoalan itu telah diselesaikan oleh Camat Makassar
Ø Kalimat ajektival yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat atau ajektival, misalnya:
- Buku bahasa Inggrisku sangat tebal,
- Rumahku besar sekali
- Keluarga itu sangat sopan dan bijaksana
Ø Kalimat preposisional yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata depan atau preposisi, misalnya:
- Tempat tinggalnya di Makasar
- Beras ciliwung itu dari Sidrap
- Wesel pos ini untuk Miranda
Di samping itu, Menurt (Keraf, 1982) kalimat tunggal dilihat dari segi maknanya dapat dikelompokkan atas empat macam, yakni:
1) Kalimat berita
Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan bila kita ingin mengutarakan suatu peristiwa atau kejadian yang kita alami dan atau yang dialami orang lain.
Misalnya:
- Ali pergi ke Jakarta kemarin.
- Jalan itu sangat licin.
- Saya mau berangkat ke Jakarta besok pagi.
2) Kalimat tanya.
Kalimat tanya, kalimat yang maksudnya atau berfungsi untuk menanyakan sesuatu, yang di dalamnya terdapat tiga kemungkinan ciri:
(1) mengunakan intonasi tanya, dan atau
(2) menggunakan kata tanya, dan atau
(3) menggunakan partikel -kah.
Misalnya, seperti berikut.
Ibu datang?
Kapan Ibu datang?
Akankah ibu datang?
Jenis kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya dapat dikelompokkan menurut sifatnya, sebagai berikut :
• Untuk menanyakan benda/hal: apa, untuk apa, tentang apa. Misalnya :
- Apa yang kamu cari di sini?
- Untuk apa kamu bekerja siang dan malam?
- Tentang apa yang masih belum jelas bagimu?
• Untuk menanyakan manusia: siapa, dengan siapa, untuk siapa. Misalnya :
- Siapa yang kaucari kemarin sore?
- Dengan siapa Anda pergi ke Jakarta?
- Untuk siapa Anda bekerja keras selama ini?
• Untuk menanyakan jumlah: berapa, berapa banyak. Misalnya :
- Berapa buku yang Anda perlukan bulandepan?
- Berapa banyak uang yang akan kaupinjam sekarang?
• Untuk menanyakan pilihan: mana, yang mana, Misalnya:
- Mana yang kausenangi, membeli baju atau celana?
- Yang mana kau pilih , belajar di Unhas atau di UNM?
• Untuk menanyakan tempat: di mana, ke mana, dari mana. Misalnya :
- Di mana engkau akan tiggal bulan depan?
- Ke mana Dia akan pergi merantau?
- Dari mana Amin pergi baru sekarang kelihatan?
• Untuk menanyakan temporal: bila, kapan, bilamana, apabila. Misalnya :
- Bila dia selesai studinya di UGM?
- Kapan Kamarudin menjadi dosen IPS di UNJ?
- Bilamana Hamid menyelesaikan pembangunan rumahnya?
• Untuk menanyakan kausalitas: mengapa, apa sebab, akibat apa. Misalnya:
- Mengapa Anda tidak mau menjadi guru?
- Apa sebabanya Anda jarang pergi ke kampung halamannya?
- Akibat apa yang ditimbulkan jika malas belajar di masa muda?
Kalimat tanya terdiri atas tiga macam :
(1) Kalimat tanya biasa: kalimat yang benar-benar menanyakan sesuatu.
(2) Kalimat tanya retoris: kalimat yang menanyakan menggunakan ciri kalimat tanya tetapi tidak perlu dijawab. Kalimat ini biasa dipakai orang yang berpidato sebagai cara untuk menarik perhatian pendengar.
(3) kalimat yang senilai perintah: bentuknya bertanya tetapi maksudnya menyuruh, misalnya “Apakah jendela itu bisa dibuka sekarang?”
3) Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang maksudnya menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Misalnya :
- Buatlah satu kalimat yang berpola SPOK!
- Pergilah ke sekolah!
- Carilah pekerjaan apa saja, yang penting halal.
Kalimat perintah mempunyai beberapa jenis:
• Suruhan
Misalnya :
- Pergi dari sini!
- Makan obat dahulubaru ke sekolah!
• Permintaan.
Misalnya :
- Tolong bawa surat ini ke kantor pos!
- Bisakah Anda buatkan lukisan pemandangan!
- Mohon buatkan meja kayu!
• Memperkenankan
Misalnya :
- Masuklah ke dalam kalau Anda perlu!
- Silakan keluarlah jika ada yang mau dibeli!
- Disilakan berangkat dahulu!
• Ajakan
Misalnya:
- Marilah kita istirahat sejenak!
- Mari kita bekerja sama-sama!
- Ayo kita makan sama-sama!
• Larangan
Misalnya :
- Jangan pergi hari ini!
- Tidak boleh pergi pada tengah malam!
- Jangan pergi ke pasar
• Bujukan
Misalnya :
- Tidurlah ibu menjagamu, sayang!
- Makan bersama neneklah, nanti saya yang jaga di luar!
• Harapan
Misalnya:
- Mudah-mudahan Anda selamat sampai di tujuan!
- Semoga Anda sehat wal’afiat!
- Semoga Anda sukses selalu!
4) Kalimat seru
Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan kagum. Karena rasa kagum berkaitan dengan sifat, maka kalimat seru hanya dapat dibuat dari kalimat berita yang predikatnya adjektiva (Depdikbud, 1988).
Contoh :
- Alangkah bebasnya pergaulan mereka!
- Bukan main bodohnya anak itu!
- Sungguh cerdas anak itu!
b) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pola kalimat, misalnya: SP + SP, SPO + SPO; atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat (diterangkan) dan anak kalimat (menerangkan). Contoh:
- Saya minum teh dan bapak minum kopi. (majemuk setara)
- Kami sedang makan ketika paman datang kemarin. (majemuk bertingkat)
- Pak Bupati telah menyelenggarakan sebuah malam kesenian, yang dimeriahkan oleh para artis nasional, serta dihadiri para pejabat muspida. (majemuk campuran)
Kalimat majemuk menurut Keraf (1982) terdiri atas atas tiga jenis yakni kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran.
1) Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara terbagi atas empat jenis: yakni kalimat majemuk setara penambahan, kalimat majemuk setara pemilihan, kalimat majemuk setara perlawanan, dan kalimat majemuk setara sebab.
• Kalimat majemuk setara penambahan ádalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata penghubung: dan, lagi pula, serta. Misalnya:
- Adi belajar IPS dan Erni belajar IPA.
- Tuti sangat pintar mejahit lagi pula sangat baik budi
- Muhaimin pergi ke pasar serta pergi ke kebun pada hari ini
• Kalimat majemuk setara pemilihan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata pengubung atau, baik… maupun. Misalnya:
- Engkau mau pergi ke Jakarta atau mau pergi ke Semarang?
- Pemerintah perlu meningkatkan mutu pendidikan, baik mutu pendidikan dasar-menengah maupun mutu pendidikan tinggi.
• Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: tetapi, namun, padahal. Misalnya:
- Dia mau belajar tetapi diberi hadiah dulu.
- Meskipun sakit jantung, Ali tetap bekerja di bengkel.
- Dia kelihatan sehat padahal memiliki penyakit kronis.
• Kalimat majemuk setara sebab-akibat adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: sebab, karena, behubung, akibat. Misalnya:
- Saya tidak pergi karena sakit.
- Kamaruddin tidak masuk bekerja sebab pergi ke kampungnya.
- Hutan di hulu sungai Saddang sudah rusak total, akibatnya sering banjir di hilir.
2) Kalimat majemuk bertingkat.
Kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau lebih, satu sebagai induk kalimat (diterangkan) dan satu sebagai anak kalimat (menerangkan). Atau, kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sehingga perluasan itu membentuk satu atau beberapa pola kalimat baru, selain pola pola yang sudah ada. Misalnya:
- Rumah kami kosong waktu pencuri masuk.
- Pak tani yang rajin itu memberantas hama padi.
3) Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat yang terdiri atas sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola bawahan, atau sekurangkurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan (Keraf, 1981). Misalnya:
- Universitas Negeri makassar telah melaksanakan seminar nasional tentang peningkatan mutu pendidikan, yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional, Gubernur Sulawesi Selatan, pejabat tinggi lainnya, serta pencinta pendidikan di kota Makassar dan sekitarnya.
E. Pengertian Semantik
Semantik sebagai istilah di dalam ilmu bahasa mempunyai pengertian tertentu. Menurut Aminuddin (1998), Semantik yang semula berasal dari bahasa Yunani, mengandung makna to signift atau memaknai. Sebagai istilah teknis, semantik mengandung pengertian “studi tentang makna”. Dengan anggapan bahwa makna menjadi bagian dari bahasa, maka semantik merupakan bagian dari linguistik. Semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani sema (kata benda) yang berarti tanda atau lambang. Kata kerjanya adalah seamino yang berarti menandai atau melambangkan. Yang dimaksud tanda atau lambang di sini adalah tanda-tanda linguistik yang terdiri atas (1) komponen yang menggantikan, yang berwujud bunyi bahasa dan (2) komponen yang diartikan atau makna dari komopnen pertama. Kedua komponen ini adalah tanda atau lambang, sedangkan yang ditandai atau dilambangkan adalah sesuatu yang berada di luar bahasa, atau yang lazim disebut sebagai referent/acuan/hal yang ditunjuk.
Mengenai semantik Verhaar (1999: 385) mengemukakan bahwa semantik adalah cabang linguistik yang meneliti arti atau makna yang terbagi lagi menjadi semantik gramatikal dan semantik leksikal. Istilah semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris semantics, yang asalnya dari bahasa Yunani, asal kata sema (nomina) yang berarti ‘tanda’; atau samaino (verba) yang berarti ‘menandai’ atau ‘berarti’. Istilah semantik digunakan para ahli bahasa untuk menyebut salah satu cabang ilmu bahasa yang bergerak pada tataran makna atau ilmu bahasa yang mempelajari makna.
Kridalaksana (1993: 193-194) memberikan pengertian semantik sebagai (1) bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara; (2) sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa atau bahasa pada umumnya. Sementara itu, Keraf (1982) mengemukakan bahwa semantik adalah bagian dari tatabahasa yang meneliti makna dalam bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan dari arti suatu kata. Sedangkan Harimurti (1982) mengemukakan bahwanya, semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang membahas makna suatu ungkapan atau kata atau cabang ilmu bahasa yang mengkaji antara lambang dan referennya, misalnya kata kata kursi bereferen dengan “sebuah benda yang fungsinya dipakai duduk dengan kaki terdiri atas empat”.
Berdasarkan pengertian di atas, semantik pada dasarnya merupakan salah satu cabang lingustik yang mengkaji terjadinya berbagai kemungkinan makna suatu kata dan pengembangannya seiring dengan terjadinya perubahan dalam masyarakat bahasa.
F. Pengertian Diksi
Diksi ialah pilihan kata yang tepat untuk mengungkapakan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu. (KBBI,1997:233.). Diksi menyangkut kecermatan dan ketelitian memilih sejumlah kata yang relatif sinonim dalam konteks tertentu sehingga dapat memberikan kesan yang khusus, estetis, dan tepat. Misalnya penggunaan kata mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mangkat, pulang ke rahmatullah, mampus, tutup usia, tutup mata.
Kaitannya dengan diksi atau pilihan kata, perlu dipahami dengan baik tentang perbedaan antara :
a. Kata baku dan nonbaku
Kata baku ialah kata yang sesuai kaidah tatabahasa dan nonbaku ialah kata yang tidak sejalan standar kaidah bahasa yang tepat, misalnya
BAKU TIDAK BAKU
Rapi rapih
Imbau himbau
Andal handal
Teknik tehnik
b. Kata abstrak dan konkret
Kata abstrak adalah kata yang tidak mempunyai rujukan/objek yang jelas secara inderawi, sedang kata konkret ialah kata yang rujukannya berupa objek yang dapat diserap pancaindera, atau nyata, misalnya:
Abstrak : kesehatan, keadilan, dan kecintaan, dan sebaganya.
Konkret: berdiskusi, buku, pesawat terbang, dan sebagainya
c. inonim, antonim, homonim, homofon, homograf
Pengertian kelima istilah yang ada di atas menurut Keraf (1980) dan Tarigan (1986) adalah sebagai berikut:
• Sinonim terbagi atas sin ‘sama’ dan onim ‘nama’. Berdasar arti harfiah tersebut sinonim adalah kata yang tulisan dan lafalnya berbeda namun maknanya relatif mirip atau sama. Misalnya:
− cerdas,
− pintar,
− cakap,
− pandai.
• Antonim terdiri atas anti ‘lawan’ dan onim ‘nama’ . Berdasar dari arti harfiah antonim adalah kata yang tulisan dan ucapannya sama sedang maknanya berlawanan. Misalnya:
− besar >< rendah,
• Homograf terdiri atas homo ‘sama’ dan onim ‘nama’. Berdasar dari arti harfiah tersebut, homograf ialah kata yang sama tulisan tetapi berbeda ucapan dan maknanya. Misalnya:
− mental (terpelanting) dengan mental (jiwa)
− dekan (ulat) dengan dekan (pimpinan fakultas)
− tabel (keranda mayat) dengan tabel (kolom)
• Homofon terdiri atas homo ‘sama’ dan fon ‘bunyi. Berdasar pada arti harfiah tersebut, homofon adalah kata yang relatif sama bunyinya tetapi tulisan dan maknanya berbeda. Misalnya:
- bang (Andi) dengan bank (BRI).
• Homonim terdiri atas homo ‘sama’ dan onim ‘nama’ . Berdasarkan arti harfiah tersebut homonim adalah kata yang tulisan dan ucapan sama tetapi maknanya berbeda. Misalnya:
- bisa (dapat) dengan bisa (racun)
G. Jenis-jenis Makna
Mansoer Pateda (2001:79) mengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (dalam Mansoer Pateda, 2001:82) mengemukakan bahwa makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian. Dalam hal ini Ferdinand de Saussure ( dalam Abdul Chaer, 1994:286) mengungkapkan pengertian makna sebagai pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada suatu tanda linguistik.
Dalam Kamus Linguistik, pengertian makna dijabarkan menjadi :
1. maksud pembicara;
2. pengaruh penerapan bahasa dalam pemakaian persepsi atau perilaku manusia atau kelompok manusia;
3. hubungan dalam arti kesepadanan atau ketidak sepadanan antara bahasa atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukkannya,dan
4. cara menggunakan lambang-lambang bahasa ( Harimurti Kridalaksana, 2001: 132).
Sebuah kata mempunyai makna kognitif (denotatif, deskriptif), makna konotatif dan makna emotif. Kata dengan makna kognitif ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kata kognitif ini dipakai dalam bidang teknik. Kata konotatif dalam bahasa Indonesia cenderung bermakna negatif, sedangkan kata emotif memiliki makna positif. Berikut akan dibahas mengenai jenis-jenis makna berdasarkan berbagai sumber yang telah dikemukakan oleh para ahli bahasa.
1. Makna sempit
Makna sempit (narrowed meaning) adalah makna yang lebih sempit dari keseluruhan ujaran. Makna yang asalnya lebih luas dapat menyempit, karena dibatasi (Djajasudarma, 1993). Selanjutnya, Djajasudarma (1993: 7-8) menjelaskan bahwa kata-kata bermakna luas di dalam bahasa Indonesia disebut juga makna umum (generik) digunakan untuk mengungkapkan gagasan atau ide yang umum. Gagasan atau ide yang umum bila dibubuhi rincian gagasan atau ide, maka maknanya akan menyempit (memiliki makna sempit), seperti pada contoh berikut:
- Pakaian dengan pakaian wanita
- Saudara dengan saudara kandung
saudara tiri
saudara sepupu
2. Makna luas
Makna luas (widened meaning atau extended meaning) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas dari yang diperkirakan (Djajasudarma, 1993: 8). Kata-kata yang berkonsep memiliki makna luas dapat muncul dari makna yang sempit, seperti pada contoh bahasa Indonesia berikut:
- Pakaian dalam dengan pakaian
- Kursi roda dengan kursi
3. Makna denotatif
Makna denotatif adalah makna yang menunjukkan adanya hubungan antara konsep dengan dunia kenyataan. Makna denotatif adalah makna lugas, makna apa adanya. Makna denotatif tidak hanya dimiliki kata-kata yang menunjuk benda-benda nyata, tetapi mengacu pula pada bentuk-bentuk yang makna kognitifnya khusus (Djajasudarma, 1993:9). Jadi, makna kognitif adalah makna sebenarnya, bukan makna kiasan atau perumpamaan.
4. Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna kata yang mengandung nilai rasa (positif atau negatif) misalnya kata pembantu, asisten dan babu. Kata pembantu bermakna denotasi tetapi asisten dan babu bermakna konotasi positif dan negatif.
Tarigan (1986) membagi konotasi atas dua bagian, yakni konotasi individual dan konotasi kolektif. Konotasi kolektif dibagi atas:
a) Konotasi baik terdiri atas konotasi tinggi dan konotasi ramah. Misalnya:
- konotasi tinggi: ikhtiar, imajinasi cakrawala.
- konotasi ramah: akur, besuk, cicil.
b) Konotasi tidak baik. Misalnya:
- konotasi berbahaya : longsor, hantu
- konotasi tidak pantas : kencing, sundal
- konotasi tidak enak misalnya: mata duitan, mata keranjang
- konotasi kasar misalnya: buta huruf , bodoh
- konotasi keras misalnya: bobrok, kacau-balau
c) Konotasi netral atau biasa
- konotasi bentukan sekolah misalnya: agak lumayan, pegawai negeri
- konotasi kanak-kanak, misalnya: bobo, mami, papi
5. Makna referensial
Makna referensial (referential meaning) adalah makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan yang dapat dijelaskan oleh analisi komponen; juga disebut denotasi; lawan dari konotasi (Kridalaksana, 1993: 133).
Sebuah kata atau leksem disebut bermakna referensial kalau ada referentnya, atau acuannya. Kata-kata seperti kuda, merah, dan gambar adalah termasuk kata-kata yang bermakna referensial karena ada acuannya dalam dunia nyata. Sebaliknya, kata-kata seperti dan, atau, dan karena adalah termasuk kata-kata yang tidak bermakna referensial, karena kata-kata itu tidak mempunyai referent.
6. Makna konstruksi
Kridalaksana (1993), makna konstruksi (construction meaning) adalah makna yang terdapat dalam konstruksi, misalnya, ‘milik’ yang dalam bahasa Indonesia diungkapkan dengan urutan kata.
Contoh-contoh yang diberikan Djajasudarma (1993) mengenai makna konstruksi ini antara lain:
1. Itu buku saya
2. Saya baca buku saya
3. Perempuan itu ibu saya
4. Rumahnya jauh dari sini
5. Di mana rumahmu?
7. Makna leksikal dan gramatikal
Makna leksikal adalah makna kata secara lepas tanpa ikatan dengan kata yang lainnya atau kata yang belum mengalami afiksasi, atau perulangan, misalnya makan, satu, mata, sedang makna gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya peristiwa gramatikal (pengimbuhan, reduplikasi, atau pemajemukan), misalnya makanan, satu-satu, matahari.
H. Perubahan Makna
Kata tertentu biasanya mengalami perubahan makna tertentu karena adanya perkembangan kondisi masyarakat dalam situasi tertentu. Keraf (1982) mengemukakan perubahan makna terdiri atas enam jenis. Keenam jenis perubahan makna tersebut adalah sebagai berikut:
1)Meluas ialah kata yang maknanya menjadi luas pemakaiannya.
Contoh:
− ikan dahulu hanya menunjuk jenis binatang yang hidup di air tetapi sekarang meluas menjadi lauk pauk.
− Ibu dahulu hanya menunjukkan ibu kandung tetapi sekarang juga digunakan untuk semua perempuan dewasa
− Bapak dahulu hanya menunjukkan ayah kandung tetapi sekarang juga digunakan untuk semua pria yang sudah dewasa
2) Menyempit ialah kata yang maknanya semakin dan pengalami proses penyempitan penggunaannya.
Contoh:
− berlayar dahulu hanya digunakan dalam konteks perahu yang menggunakan layar, tetapi sekarang juga digunakan untuk kapal besi yang menggunakan mesin atau motor.
− Sarjana dahulu hanya digunakan untuk semua orang cedekiawan tetapi sekarang hanya untuk lulusan universitas
3) Amelioratif berasal dari bahasa Latin melior ‘semakin baik’. Dari kata tesebut dapat dikatakan bawah ameliorative ialah makna suatu kata yang semakin positif atau baik.
Contoh:
- kata gendut dan gemuk. Gemuk mengalami peninggian makna dibanding gendut.
4) Peyoratif berasal dari bahasa Latin peyor ‘jelek’. Maka peyoratif dapat dikatakan sebagai makna suatu kata yang mengalami penurunan nilai atau semakin jelek. Misalnya:
− buta dianggap lebih jelek dibandingkan tunanetra.
− gelandangan dianggap lebih jelek dibandingkan tunawisma
5) Sinestasia ialah perubahan makna yang terjadi akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berbeda. Misalnya:
− kata “manis” (pengecap) tetapi dapat pula dipakai pada kalimat “Perkataannya sangat manis’ (pendengaran)
6) Asosiasi ialah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna yang lama dengan makna yang baru, misalnya kursi dapat pula dipakai dengan makna “jabatan”.
  Dalan tulisan sederhana ini dapat diambil kesimpulan bahwa Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Sedangkan semantik bahasa Indonesia merupakan bagian dari tatabahasa yang mengkaji makna suatu kata dan perubahan atau pengembangan makna kata yang mungkin terjadi. Bagian-bagian yang dibahas dalam bidang semantik meliputi diksi, jenis makna, dan perubahan makna.
Pemahaman satuan sintaksis dan semantik bahasa Indonesia bagi guru, selain dapat menjadi bekal dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan kemampuan berbahasa siswa. Sehingga, materi ini menjadi modal awal bagi Anda yang ingin menjadi pengajar bahasa Indonesia yang baik SD, karena dengan dikuasainya materi ini Anda telah memiliki kemampuan yang dapat mendukung tugasnya dalam membimbing anak didiknya sehingga semakin mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA


Selasa, 18 Agustus 2015

PETUNJUK DAFTAR KELAS ONLINE SMK NEGERI 10 MALANG


1.    1.  BUKA links@ https://www.edmodo.com/
2.   2.   Daftar/ Create your free account, maka akan muncul halaman sbb:
3.     



3.  Bila Anda Siswa klik I’m Student/bila guru klik I’m Teacher

4.             Setelah diklik I’m Student, akan muncul table sbb yang harus diiSI


    
4.      4.  Setelah Anda isi lengkap, klik sign Up For Free, join lah pada kelas anda dengan alamat/links seperti terdaftar


DAFTAR ALAMAT KELAS X ONLINE SMKN 10 MALANG


Kelas X TKJ 1 segeralah bergabung ke kelas TKJ 1 Online
Di sini@
https://edmodo.com/…/kelas-tkj-1-smkn-10-…/group_id/14483403
Pasward Kelas Anda : nj2e29

Kelas X TKJ 2 segeralah bergabung ke kelas TKJ 2  Online
https://edmodo.com/…/kelas-x-tkj-2-smkn-1…/group_id/14990103
PASWARD KELAS ANDA : 3ccpm9

Kelas X TKJ 3 segeralah bergabung ke kelas TKJ 3 Online
https://edmodo.com/…/kelas-x-tkj-3-smkn-1…/group_id/14990317
PASWARD KELAS ANDA : suxxbh
Edmodo is an easy way to get your students connected so they can safely collaborate, get and stay organized, and access assignments, grades, and school messages.
EDMODO.COM

Kelas X TKJ 4 segeralah bergabung ke kelas TKJ 4 Online
dI SINI@https://edmodo.com/…/kelas-x-tkj-4-smkn-1…/group_id/14990403
PASWARD KELAS ANDA : yyyxsm
Edmodo is an easy way to get your students connected so they can safely collaborate, get and stay organized, and access assignments, grades, and school messages.
EDMODO.COM

Kelas X OTR 1 segeralah bergabung ke kelas OTR 1  Online
Di sini@
https://edmodo.com/…/kelas-x-otr-1-smkn-1…/group_id/10349701
Pasward Kelas Anda : 9uph8t

Siswa kelas X OTR 2 SMKN 10 Malang yang ingin bergabung di Kelas online X OTR 2 
Klik 1ni:
https://edmodo.com/…/kelas-x-otr-2-smkn-1…/group_id/14483449
Pasward kelasnya :pfhfzj


Kelas X TKR 4 segeralah bergabung ke kelas TKR 4 Online
di sini@
https://edmodo.com/…/kelas-tkr-3-smkn-10-…/group_id/14483415
Pasward kelas Anda: b6zd3y